Catatan Seorang Alumni untuk Almamater tercinta, Pondok Pesantren Alkhairaat Dembe II

oleh -1345 Dilihat
banner 468x60

Penulis : Muh. Ghufron Suratman, angkatan MA “93)

Di tanggal yang penuh makna ini, Hari Santri 22 Oktober 2025, saya menulis sebagai seorang alumni yang rindu bau kitab kuning di rak kayu, suara kentongan subuh,Teriakan bangun subuh dari seorang ustad, ketukan pintu asrama tanda panggilan segera dan nasihat para guru yang selalu menutup pelajaran dengan doa.

Di halaman pesantren ini—Alkhairaat Dembe II—kami belajar bahwa ilmu itu cahaya, adab adalah jalannya, dan khidmah adalah napasnya. Dari sinilah kami melangkah ke dunia, membawa bekal sederhana: keikhlasan dan tanggung jawab dari Habib Guru Tua.

Terima kasih yang tak cukup dengan kata

Terima kasih, para kiai, Habib Yasin Alhasni, Ust. Yacub Lahambu, Ust. Saud B Dunggu, Ust. Harun Ginoni, Ust. Abd. Latif Saleh, Ustdza Marsita Kaku. Allahu Yarhamhum Jamiian. Asatidz/asatidzah, yang masih ada KH. Sarmada Inaku, KH. Abdul Muin Mooduto, Ust. Hamka Biyahimo, ustdza Hapsah Saleh. Pengurus Pondok, Komda Alkhairaat Kota Gorontalo, dan seluruh keluarga besar Alkhairaat.

Di tangan panjenengan, ayat-ayat tidak hanya dibaca, tapi dihidupkan. Di kelas yang sederhana, kami ditempa agar kukuh memegang prinsip, amaliyah harian khas Alkhairaat sampai saat ini tetap menggema, kami diajari luwes merangkul perbedaan. Di Alkhairaat Dembe II, kami belajar bahwa hubbul wathan minal iman bukan sekadar semboyan—ia diwujudkan dalam disiplin, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Kenangan yang menjadi pijakan
Saya masih ingat: Suasana ba’da Isya saat halaqah Ust Harun Ginoni, ketika mengaitkan hukum dengan realitas kehidupan warga masyarakat di kampung.

Latihan pidato (Muhadharah) pekanan yang membuat kami berani menyampaikan kebenaran dengan santun, walo dengan segala keterbatasan Bahasa yang disampaikan.

Jadwal piket asrama yang mengajarkan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman, bukan slogan, walo sebagaian kami kadang ingkar dalam melaksanakan tugas hinggap harus di teriyaki oleh guru kami dengan keras.

Menyediakan makanan dengan memasak sendiri, mencuci menyiapkan, mengatur pakaian sendiri adalah pelajaran berharga dalam hidup kami hingga saat ini.

Kenangan-kenangan itu bukan nostalgia belaka. Ia adalah pijakan—menguatkan kami saat menghadapi dunia yang cepat berubah bahkan lebih kejam dari yang kami duga..

Nilai yang kami bawa: akhlak, ilmu, amal

Alkhairaat membentuk kami dengan tiga pilar:
Akhlak

Keunggulan karakter mendahului kecakapan teknis, keluasan ilmu apa lagi sampe tega menggungat kiayinya.

Ilmu

Belajar berjenjang, bertahap, bersanad serta runut adalah hal yang harus dijalani.

Amal

Ilmu yang tak berbuah manfaat hanya jadi beban. Olehnya amal kami landasannya adalah Ilmu begitu guru kami memberi petuah di pagi hari.

Di tengah derasnya informasi dan polarisasi, kami percaya: wasathiyah (moderasi), tawazun (keseimbangan), dan tasamuh (toleransi) adalah jalan yang paling aman sekaligus paling mulia.

Harapan untuk adik-adik santri

Adik-adikku, jangan minder menjadi santri. Di luar sana, orang mencari integritas dan daya tahan—dua hal yang kalian latih setiap hari. Baca kitab dengan tekun, perluas wawasan dengan teknologi, dan tetap jaga adab dalam berdebat. Ingat, santri unggul itu bukan yang paling keras suaranya, tapi yang paling kuat argumen dan akhlaknya.

Janji kami sebagai alumni

Hari ini kami memperbarui komitmen sebagai bagian dari IKA Alkhairaat (ikatan alumni), khususnya Dembe II:
Menjaga marwah kiai dan pesantren. Mengedepankan adab, tabayyun, dan menjauhkan fitnah, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Menguatkan literasi dan dakwah digital, membuat konten yang mencerahkan, membendung hoaks, serta menginisiasi forum belajar jarak jauh bagi adik-adik santri. Memberdayakan ekonomi Pesantren. Mendampingi UMKM sekitar pesantren, mendorong gerakan Ecoteology dilingkungan pesantren, dan menghubungkan jejaring pemasaran alumni.

Gerakan lingkungan “Santri Menanam”. Minimal satu pohon per santri–alumni per tahun, sebagai sedekah oksigen dan wujud cinta bumi. Beasiswa dan coaching. Menggalang beasiswa kitab/pendidikan serta klinik karier (beasiswa kuliah, magang, keterampilan kerja) agar santri siap melanjutkan studi dan berkarya.

Ajakan kolaborasi: Dari Dembe II untuk Gorontalo & Indonesia

Kami mengajak para alumni lintas angkatan: mari satukan langkah. Bentuk rumah kolaborasi alumni—tempat bertemu program, bukan sekadar temu kangen.

Agenda prioritas yang siap dikerjakan: kelas Rutin Tradisi Baca Kitab Kuning diampu ustadz/ustadzah Alkhairaat.

Pasar Alumni tiap 6 bulan untuk produksi Ide dan gagasan para santri–alumni.
Klinik Beasiswa & Karier tahun.
Santri Menanam bekerja sama dengan pemerintah/komunitas lingkungan dalam rangka mendukung gerakan eco teologi .
Pelatihan Konten Dakwah: penulisan, public speaking, dan produksi video pendek.

Dengan ikhtiar kecil ini namun konsisten, nama baik pesantren tidak hanya dikenang, tetapi menghadirkan manfaat nyata di tengah umat dan masyarakat.

Pesan untuk orang tua dan masyarakat

Terima kasih para orang tua yang mempercayakan anaknya ditempa di pesantren Alkhairaat Dembe II ini. Mari terus bersinergi: orang tua menguatkan pendidikan akhlak di rumah, pesantren menuntun jalan ilmu, masyarakat menyediakan ruang pengabdian. Bila tiga unsur ini menyatu, insyaAllah lahir generasi alim, berakhlak, dan mandiri.

Doa penutup

Ya Allah, berkahilah para pendiri dan guru-guru kami. Lapangkan rezeki mereka, sehatkan jasad dan hati mereka. Jadikan Pondok Pesantren Alkhairaat Dembe II selalu dalam penjagaan-Mu; lahir darinya ulama yang rendah hati, cendekia yang berintegritas, pemimpin yang adil.
Amin ya Rabbal ‘alamin.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.