Truk Tambang PT Pantas Indomining Alami Kecelakaan, Aktivis Sebut Perusahaan Abaikan Keselamatan Pasca-Penutupan

oleh -715 Dilihat
banner 468x60

Belum genap sepekan kembali beroperasi setelah sempat ditutup sementara oleh otoritas terkait, PT Pantas Indomining kembali didera masalah serius. Sebuah truk pengangkut material (dump truck) mengalami kecelakaan tunggal di area konsesi perusahaan, di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, pada Kamis (18/12/2025) sore.

Aktivis Lingkungan Reza Saad dan Harianto Laode mengutuk aktivitas tambang PT Pantas Indomining yang dinilai tidak Safety. Sebab, menurut mereka, bahwa perusahaan terkesan “kejar tayang” dalam mengejar target produksi yang tertunda. Akibatnya, beberapa prosedur pengecekan armada dan perbaikan infrastruktur jalan tambang diduga diabaikan demi memaksakan kelancaran operasional.

Profit di Atas Nyawa adalah Kegagalan Manajerial

Reza Saad dan Harianto Laode selaku Aktivis Lingkungan menyatakan, bahwa kecelakaan yang terjadi di lokasi tambang PT Pantas Indomining bukan sekadar “musibah”, melainkan sinyal merah atas ambisi korporasi yang mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berikut adalah poin-poin kritik tajam dari Aktivis terhadap perusahaan:

  1. Pemaksaan Operasi yang Prematur: Keputusan untuk langsung memacu ritme kerja sesaat setelah pembukaan kembali menunjukkan adanya tekanan ekonomi yang lebih besar daripada komitmen terhadap keselamatan pekerja dan memenuhi segala tuntutan masyarakat lingkar tambang. Bahkan, sampai dengan saat ini pihak perusahaan belum memperlihatkan, dokumen RIPPM dan RKAB yang diatur secara ketat dalam UU No. 3 Tahun 2020 dan Peraturan Turunannya seperti Permen ESDM No. 10 Tahun 2023.
  2. Abaikan Evaluasi Masa Penutupan: Jika penutupan sementara sebelumnya disebabkan oleh masalah administratif atau teknis, maka kecelakaan ini membuktikan bahwa perusahaan tidak belajar dari kesalahan tersebut. PT Pantas Indomining tampak hanya ingin “kembali ke bisnis” tanpa memperbaiki akar masalah.
  3. Eksploitasi Tenaga Kerja: Ambisi mengejar ketertinggalan produksi sering kali berujung pada jam kerja yang berlebihan bagi operator. Kelelahan manusia (fatigue) ditambah kondisi alat yang belum tervalidasi adalah kombinasi mematikan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen.

PT Pantas Indomining harus menghentikan total operasionalnya sampai benar-benar menyatakan area tersebut benar-benar aman dan dokumen perusahaan semuanya jelas. Perlu diingat, bahwa nyawa pekerja tidak boleh menjadi “biaya” untuk menambal kerugian finansial akibat penutupan sementara kemarin.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.