Operasional Apotek Molor dan Obat Kosong, Pelayanan RSUD Aloei Saboe Dikeluhkan Warga

oleh -409 Dilihat
banner 468x60

Narasiutama.com – Pelayanan kesehatan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe kembali memanen sorotan tajam. Salah seorang warga, Zulkifli, mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini menerima kualitas pelayanan yang masih jauh dari harapan akibat berbagai persoalan manajerial di rumah sakit tersebut.

Menurut Zulkifli, persoalan yang paling krusial mulai terlihat dari operasional apotek yang tidak berjalan tepat waktu hingga minimnya ketersediaan obat-obatan bagi pasien.

Ia menuturkan, saat hendak mengambil obat di apotek rumah sakit, petugas belum juga membuka loket pelayanan meski waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WITA. Kondisi ini memicu penumpukan antrean pasien yang semakin panjang, sementara warga yang sedang sakit terpaksa menunggu tanpa kepastian.

Situasi tersebut dinilai sebagai persoalan serius karena menyangkut pelayanan dasar. Rumah sakit seharusnya memberikan penanganan yang cepat kepada pasien yang datang berobat, bukannya mempersulit mereka lewat keterlambatan operasional fasilitas pendukung.

Selain masalah jam operasional, Zulkifli juga menyoroti krisis ketersediaan obat di rumah sakit pelat merah tersebut. Ia mengaku prihatin karena obat-obatan dasar sekelas parasetamol saja kabarnya kosong.

Akibat kekosongan ini, pasien yang telah selesai menjalani pemeriksaan terpaksa membeli obat di apotek luar dengan biaya mandiri, meskipun mereka mengantongi status sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan.

“Kondisi seperti ini jelas semakin membebani masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang menggantungkan pelayanan kesehatannya pada fasilitas pemerintah. Kami berharap manajemen menaruh perhatian serius pada persoalan ini agar tidak terus berulang,” tutur Zulkifli.

Merespons keluhan tersebut, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Ucok Lubis menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang menimpa pasien.

Terkait kekosongan obat dasar seperti paracetamol, Ucok menjelaskan bahwa keterlambatan pengiriman dari pihak distributor (supplier) memicu masalah tersebut. Sebab, pengiriman juga membutuhkan waktu.

Selain itu, lonjakan jumlah pasien dalam beberapa pekan terakhir membuat stok di gudang farmasi menipis lebih cepat dari perkiraan.

“Distributor kami itu di Manado, terkadang pemesanan obat membutuhkan waktu, tapi disamping itu kami juga sementara merancang adanya apotek pendukung untuk membantu ketika terjadi kekosongan obat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (02/07/2026).

Wadir Ucok menegaskan bahwa pihak rumah sakit kini menjadikan masalah ketersediaan obat-obatan sebagai konsentrasi utama yang tengah mereka seriusi. Hal ini krusial mengingat RSUD Aloei Saboe memegang peran vital sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Gorontalo.

“Manajemen RSUD Aloei Saboe akan terus membenahi segala lini pelayanan. Sebab, mengelola sebuah rumah sakit adalah tentang proses perbaikan yang berkelanjutan,” tandasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.