LGBT Marak di Gorontalo, Pemprov Ditantang Terbitkan Perda

oleh -405 Dilihat
banner 468x60

Gorontalo – Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Provinsi Gorontalo kian menuai perhatian serius dari berbagai kalangan. Menyikapi keresahan masyarakat tersebut, sejumlah tokoh agama hingga influencer muda menyerukan langkah konkret, mulai dari penguatan internal keluarga hingga gerakan masif di media sosial.

​Ustad Yusuf Lauma, salah satu tokoh agama Wahdah Islamiyah di Gorontalo, menegaskan pentingnya masyarakat untuk kembali pada akar moralitas daerah. Menurutnya, benteng utama dalam menghadapi fenomena ini adalah dengan memegang teguh nilai leluhur.

​”Kembali pada fitrah adalah kembali pada ajaran nenek moyang dan pendahulu kita,” ujar Ustad Yusuf Lauma dalam keterangannya baru-baru ini.

Ini Penyebab Biseksual dan Evaluasi Hubungan Suami-Istri

​Secara khusus, Ustad Yusuf juga menyoroti perilaku biseksual yang kian marak. Ia menilai fenomena penyimpangan orientasi seksual tersebut sering kali berakar dari disharmoni di dalam rumah tangga. Oleh karena itu, ia meminta para pasangan untuk lebih mawas diri.

​”Biseks itu terjadi karena ada penyimpangan dalam hubungan suami-istri. Sehingganya, ini menjadi penting untuk melakukan evaluasi mendalam dalam hubungan keluarga,” tambahnya.

Kurangnya Figur Guru Laki-Laki di TK Diduga Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

​Pandangan menarik dari sudut pandang pendidikan disampaikan oleh Ustad Ishak Bakari. Ia melihat ada faktor eksternal di lingkungan pendidikan anak usia dini yang dinilai kurang seimbang dalam memberikan figur gender kepada anak.

​Ustad Ishak menyebutkan bahwa dominasi guru perempuan di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) secara tidak langsung memengaruhi pembentukan imunitas psikologis anak laki-laki yang kekurangan figur maskulin.

​”Dari segi pendidikan, kita kekurangan guru laki-laki di TK. Bisa jadi dominasi imunitas anak itu dibangun karena banyak didominasi guru perempuan,” jelas Ustad Ishak Bakari.

Perang Siber dan Falsafah Adat Sebagai Dasar Tolak LGBT di Bumi Gorontalo

​Tidak hanya dari mimbar agama dan dunia pendidikan, respons terhadap fenomena LGBT ini juga datang dari generasi muda. Sandy S. Nina, seorang penulis muda sekaligus influencer asal Gorontalo, mengajak netizen untuk mengambil peran aktif di dunia digital.

​Menurut Sandy, media sosial saat ini menjadi medan tempur yang krusial untuk menekan penyebaran pengaruh komunitas tersebut.

​”Peranan kita dalam bersosial media juga harus terus masif untuk melawan para pelaku LGBT,” tegas Sandy.

​Lebih lanjut, ia mengingatkan kembali esensi identitas masyarakat Gorontalo yang sangat religius dan memegang teguh adat istiadat. Sandy menegaskan, konsep atau pemahaman LGBT bertolak belakang dan tidak memiliki tempat di atas tanah Gorontalo selama falsafah daerah masih dijaga.

​”Sekali lagi, selama falsafah Gorontalo tak bergeser sedikitpun, bahwa kita di Gorontalo adat bersendikan sarah, sarah bersendikan kitabullah (Al-Qur’an), maka itu sudah lebih dari cukup bahwa pemahaman LGBT tempatnya bukan di Gorontalo,” pungkas Sandy dengan tegas.

Perlu diketahui, berbagai pandangan dan bentuk penolakan terhadap LGBT di Gorontalo hadir dalam momentum diskusi publik yang di inisiasi oleh Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo. Diskusi dengan tema “menyikapi fenomena LGBT di kalangan pemuda Gorontalo” Jumat malam (26/6/2026) turut di hadiri unsur pemerintah Kota Gorontalo, pengurus wilayah dan kota Wahdah Islamiyah, insan pers, akademisi, dan anak muda.

Melalui forum diskusi tersebut, pihak-pihak terkait akan melakukan audiensi dengan MUI Gorontalo dan mendukung agar Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan LGBT menjadi perhatian serius pemerintah provinsi Gorontalo.

​Masyarakat Gorontalo berharap, kolaborasi antara pemuka agama, pendidik, dan pegiat media sosial ini dapat menekan angka penyimpangan sosial serta menjaga marwah Gorontalo sebagai daerah yang religius dan beradat sesuai falsafah Adat bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Kitabullah. (Rilis)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.