Tanam Pohon Durian, Ridwan Monoarfa: Pulihkan Alam, ‘Hijaukan’ Sumalata Timur

oleh -395 Dilihat
banner 468x60

Narasiutama.com – Di sela-sela masa resesnya, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan aksi penanaman pohon durian di Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, Gorontalo Utara, Sabtu (04/07/2026).

Menurut Ridwan, menanam pohon bukan sekadar seremonial, melainkan simbol ikhtiar bersama dalam merawat alam demi masa depan daerah. Baginya, pembangunan daerah tidak boleh dilepaskan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

“Menanam pohon bukan sekadar aktivitas seremonial, tetapi sebuah pesan kuat bahwa pembangunan harus dimulai dari upaya merawat alam,” ujar Ridwan.

Aksi penanaman pohon ini juga menjadi pemantik diskusi antara Ridwan, mahasiswa, dan warga setempat mengenai potensi sekaligus tantangan yang dihadapi Desa Motihelumo. Desa ini dinilai memiliki alam yang indah, tanah subur, serta prospek besar untuk pengembangan sektor hortikultura.

Namun di balik potensi tersebut, Desa Motihelumo menyimpan ironi karena kerap menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba. Ridwan menegaskan bahwa kondisi ini menjadi pengingat penting bagi pembuat kebijakan.

“”Ini mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak cukup hanya fokus pada infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan. Kita juga harus memulihkan daya dukung lingkungan melalui rehabilitasi hutan, penghijauan, dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara berkelanjutan,” tegas politisi Nasdem itu.

Lebih lanjut, Ridwan mengajak seluruh elemen: mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat untuk menjadikan gerakan menanam pohon sebagai komitmen bersama. Menjaga alam, menurutnya, adalah bentuk investasi jangka panjang.

“Pohon durian yang ditanam hari ini tidak hanya diproyeksikan untuk menghasilkan buah secara ekonomi, tetapi juga berfungsi ekologis untuk menjaga sumber air dan mengurangi risiko bencana banjir bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Kehadiran mahasiswa KKN UGM di Desa Motihelumo dinilai memberikan dampak positif yang signifikan. Mereka bertindak sebagai agen edukasi yang membagikan ilmu seputar teknik budidaya, penanaman, hingga perawatan tanaman hortikultura yang tepat kepada masyarakat.

Sinergi antara teori akademis dari mahasiswa dan pengalaman praktis warga lokal diharapkan dapat membentuk ekosistem desa yang tangguh, produktif, dan lestari.

Menutup kegiatannya, Ridwan merefleksikan esensi perannya sebagai wakil rakyat. Bagi Ridwan, esensi politik yang sebenarnya adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga bumi.

“Menanam satu pohon mungkin tampak sederhana. Namun, jika gerakan ini dilakukan bersama-sama dan konsisten, ini akan menjadi awal dari pemulihan alam di Gorontalo Utara,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.