Berikut Daftar HET Gas LPG 3 Kg di Kabupaten Banggai Berdasarkan Keputusan Gubernur Sulteng

oleh -923 Dilihat
banner 468x60

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banggai, Natalia Patolemba menyampaikan laporan terkait penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg.

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah No. 500.10.8.3/111/Ro.EKON-G.ST/2025 tertanggal 19 Mei 2025. Dalam keputusan tersebut, harga LPG 3 Kg tahun 2025 mengalami kenaikan sekitar Rp2.000–Rp2.500 dibanding periode 2021–2024.

Kadis Natalia melaporkan penetapan HET itu dalam agenda Rapat Sosialisasi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Pembahasan Permasalahan Gas LPG 3 Kg di Kabupaten Banggai Tahun 2025, Senin (8/9/2025), di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Luwuk Selatan.

Untuk wilayah Kabupaten Banggai, daftar HET ditetapkan sebagai berikut:
1). Radius 0-60 Km.
• HET : Rp 20.000.
• Harga Jual Kepangkalan : Rp 17.500.
• Margin Pangkalan : Rp 2.500.
2). Radius 60-120 Km.
• HET : Rp 22.000.
• Harga Jual Kepangkalan : Rp 19.500.
• Margin Pangkalan : Rp 2.500.
3). Radius 121-180 Km.
• HET : Rp 24.000.
• Harga Jual Kepangkalan : Rp 21.00.
• Margin Pangkalan : Rp 3.000.

“Untuk Tim Satgas Distribusi BBM dan LPG 3 Kg telah dibentuk oleh Bupati Banggai, yang melibatkan Camat se-Kabupaten Banggai, Danramil jajaran Kodim 1308/LB, Kapolsek jajaran Polres Banggai, Satpol PP, serta lurah dan kepala desa. Saat ini, di Kabupaten Banggai terdapat 6 agen dan 1.115 pangkalan LPG 3 Kg,” tuturnya.

Berdasarkan hasil survei lapangan, Disperindag menemukan sejumlah permasalahan, antara lain:
1. Harga Jual di atas HET
2. Pangkalan tidak memasang papan nama pangkalan.
3. Penitipan LPG pada pangkalan lain atau pedagang bukan pangkalan.
4. Pendistribusian tabung Gas 3 Kg ke pangkalan mengalami keterlambatan.
5. Tabung gas yang isinya tidak sesuai.
6. Pangkalan tidak melakukan penjualan LPG kepada masyarakat sekitar, tetapi malah di distribusikan keluar wilayah desa.
7. Adanya pangkalan Fiktif.
8. Adanya pedagang bukan pangkalan resmi/pengecer yang memiliki 50 hingga 65 tabung untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
9. Adanya pangkalan yang menggunakan tabung Gas 3 Kg untuk usaha sendiri dan disalurkan kepada masyarakat hanya sebagian kecil dari jumlah kuota.
10. Pangkalan yang banyak melakukan pengaduan karena ketidaksesuaian, sehingga mengalami intimidasi bahkan tidak dilayani oleh agen.
11. Kuota pangkalan paling sedikit 25-450 tabung.
12. Pangkalan ada yang diperjual belikan.
13. Segel pada tabung LPG 3 kg mudah lepas.
14. Terdapat Pangkalan yang tidak memiliki rekomendasi Dinas sesuai dengan Kepmen SDA Nomor 37.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang petunjuk teknis pendistribusian isi ulang Liguefied Petroleum Gas tertentu tepat sasaran.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.