Catatan PCNU Kota Gorontalo Tentang HSN 2025: Warisan Sanad, Penjaga Adab, Penggerak Peradaban

oleh -241 Dilihat
banner 468x60

Penulis : Muh. Ghufron Suratman, Katib Syuriyah PCNU Kota Gorontalo

Hari Santri adalah momen syukur sekaligus muhasabah bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya di Kota Gorontalo yang dikenal sebagai Serambi Madinah. Pada 22 Oktober 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Gorontalo menyampaikan catatan singkat—butir-butir sikap dan arah kerja—agar khidmah keumatan kita semakin kuat, terukur, dan bermanfaat.

Santri: Warisan Sanad, Penjaga Adab, Penggerak Peradaban

Santri adalah simpul sanad ilmu dan adab. Dari langgar hingga pesantren, mereka memelihara warisan keilmuan klasik yang relevan sepanjang zaman. Dalam ruang sosial Gorontalo, kehadiran santri tidak saja tampak di majelis taklim, madrasah, dan pengajian masyarakat, tetapi juga dalam kerja-kerja sosial: literasi, kesehatan, kebencanaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

PCNU Kota Gorontalo menegaskan kembali tiga identitas santri yakni tawadhu’ dalam adab, tajam dalam ilmu, tangguh dalam pengabdian. Ketiganya menjadi modal membangun harmoni sosial dan menolak segala bentuk ekstremisme serta polarisasi.

Menjaga Marwah Kiai, Menegakkan Martabat Pesantren

Kiai adalah waratsatul anbiya’, penjaga arah keilmuan dan akhlak. Karena itu, marwah kiai dan martabat pesantren wajib kita jaga bersama. PCNU Kota Gorontalo mengajak seluruh pihak untuk menegakkan etika publik memuliakan kiai: meminta izin saat menggunakan nama/foto/kutipan, menjaga konteks pernyataan, menghindari komersialisasi figur, serta menegakkan ruang aman dari perundungan dan fitnah di dunia nyata maupun digital.

Pada saat yang sama, martabat pesantren perlu ditopang tata kelola yang baik: standar kurikulum, perlindungan santri, kesejahteraan asatidz, dan kemandirian ekonomi. Semua itu bukan sekadar dokumen, tetapi praktik yang hadir di asrama, kelas, dan halaman pesantren kita.

Tiga Tantangan Zaman, Tiga Respons Santri

Pertama, banjir informasi sering melahirkan kebingungan dan hoaks. Respons santri: tabayyun digital—verifikasi sumber, rujuk otoritas keilmuan, dan berbagi pengetahuan secara bijak.

Kedua, komodifikasi agama yang mengubah dakwah menjadi panggung polarisasi. Respons santri: dakwah yang arif, menguatkan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.

Ketiga, ketimpangan ekonomi yang menekan keluarga santri. Respons santri: memperkuat jejaring ekonomi mikro, koperasi, dan literasi keuangan syariah yang bersih dari praktik merugikan.

Arah Khidmah PCNU Kota Gorontalo 2025–2026

Sebagai pedoman kerja, PCNU Kota Gorontalo mendorong agenda-agenda berikut bersama badan otonom, lembaga NU, pesantren, dan para mitra:

  • Madrasah Kader Aswaja

Menguatkan pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah—akidah, fiqih, akhlak—serta literasi kewargaan dan kepemimpinan muda melalui PDPKNU, PMKNU dan seterusnya.

  • Etika Keulamaan & Keberadaban Digital

Penyusunan panduan praktis (ringkas) untuk penggunaan nama/foto/kutipan kiai, pola komunikasi publik, dan tabayyun di kanal media sosial.

  • Perlindungan Santri & Kesehatan Mental

Penerapan SOP pencegahan semua bentuk kekerasan, hotline pengaduan beradab, pelatihan first responder psikososial, serta rujukan klinis bila diperlukan.

  • Kemandirian Ekonomi Pesantren

Penguatan koperasi pesantren, kolaborasi UMKM, santripreneur, dan ikhtiar wakaf produktif yang transparan dan akuntabel.

  • Gerakan Santri Menulis & Riset

Kelas menulis populer, kajian kitab turats melalui bahtsul masail dengan pendekatan kontekstual, dokumentasi tradisi keilmuan Gorontalo, serta penerbitan buletin santri.

  • Santri Tanggap Bencana

Pelatihan dasar kebencanaan, pertolongan pertama, dan manajemen posko—bersinergi dengan Banser, LPBI NU, dan pemangku kebijakan setempat.

  • Beasiswa & Literasi Keuangan Syariah

Jejaring beasiswa untuk santri kurang mampu, pendampingan pengelolaan dana pendidikan, serta edukasi produk keuangan syariah yang aman dan sesuai prinsip. Agenda di atas adalah ajakan kolaborasi. PCNU Kota Gorontalo membuka diri untuk sinergi dengan Pemerintah Kota, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas warga, demi memperluas manfaat.

Seruan Kebijakan untuk Kota Gorontalo
Agar ekosistem santri-pesantren tumbuh sehat dan berkelanjutan, PCNU Kota Gorontalo menyampaikan beberapa butir seruan kebijakan:

Basis Data Pesantren & Santri: Pemutakhiran data untuk perencanaan bantuan, beasiswa, dan pelatihan yang tepat sasaran.

Dukungan Fasilitas Kesehatan, Keamanan Pangan, & Sanitasi: Program berkala yang menyentuh kebutuhan dasar asrama dan dapur pesantren.

Skema Beasiswa & Upskilling Asatidz: Kemitraan pemerintah–pesantren untuk peningkatan kompetensi guru, termasuk literasi digital dan metodologi pengajaran.

Transformasi Digital Pesantren: Akses internet yang memadai, pelatihan keamanan siber dasar, dan pemanfaatan platform pembelajaran.

Penguatan Koperasi & UMKM Pesantren: Pendampingan legalitas, akses permodalan wajar, dan pemasaran produk lokal.

Kebijakan-kebijakan ini bukan tuntutan sepihak, melainkan peta sinergi agar kerja-kerja kemanusiaan pesantren dapat berjalan lebih tertata, transparan, dan terukur dampaknya.

Santri & Moderasi: Menyegarkan Ruang Publik

Karakter santri ialah tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i‘tidal (adil). Di ruang publik yang mudah panas, empat pilar ini adalah penyejuk. Santri Kota Gorontalo diharapkan terus menyegarakan ruang publik—menjadi jembatan dialog, menghindari ujaran kebencian, dan mengedepankan musyawarah. Moderasi bukan kompromi atas kebenaran, melainkan hikmah dalam menyampaikan kebenaran.

Kerja Bersama: Alumni, Orang Tua, dan Masyarakat

Kekuatan pesantren terletak pada keluarga besar yang menopangnya: kiai-nyai, ustadz-ustadzah, santri, alumni, orang tua, dan masyarakat. PCNU Kota Gorontalo mengajak
Alumni kembali mengabdi melalui mentoring karier, beasiswa, jaringan usaha, dan dukungan program sosial. Sementara,
orang tua menjadi mitra pendidikan karakter, memastikan keberlanjutan belajar di rumah dan masyarakat dapat menopang program kemanusiaan dan pendidikan pesantren secara transparan dan non-politis.

Niat, Adab, dan Khidmah
Hari Santri 2025 menjadi pengingat untuk memperbarui niat (lillāh), menegakkan adab (tawadhu’, husnuzhzhan, dan khidmah), serta memperkuat tata kelola (amanah dan akuntabel).

PCNU Kota Gorontalo percaya, dengan adab yang tertata, ilmu yang bersanad, dan kerja sama yang luas, santri akan tetap menjadi suluh peradaban bagi Gorontalo dan Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.