Cegah Nilai Empat Pilar Tergerus Zaman, Jasin Dilo Gandeng Mahasiswa dan Komunitas Literasi

oleh -334 Dilihat
banner 468x60

GORONTALO — Di tengah tantangan krisis literasi yang melanda generasi muda, Anggota MPR RI Dapil Gorontalo, H. Jasin U. Dilo, mengambil langkah strategis dengan menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Perpustakaan Daerah Provinsi Gorontalo, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekretariat Perwakilan DPD RI Provinsi Gorontalo, La Ode Badri, serta diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pegawai perpustakaan dan arsip daerah, serta pegiat dari berbagai komunitas literasi di Gorontalo.

Benteng di Era Krisis Literasi

Hadir sebagai pemateri pertama, Ridwan Hemeto, SH, MM, menyoroti korelasi antara rendahnya minat baca dengan lunturnya wawasan kebangsaan. Menurut Ridwan, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) membutuhkan literasi yang kuat.

“Di era krisis literasi saat ini, ancaman terbesar kita adalah ketidaktahuan. Sosialisasi Empat Pilar ini sangat krusial sebagai fondasi ketahanan negara. Tanpa literasi kebangsaan yang baik, generasi kita akan mudah terombang-ambing informasi hoaks yang memecah belah,” papar Ridwan.

Perpusda dan Pelestarian Bahasa Daerah

Sementara itu, dalam pemaparan utamanya, H. Jasin U. Dilo menekankan peran vital Perpustakaan dan Arsip Daerah bukan hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi sebagai penjaga identitas bangsa. Ia secara khusus menyoroti pentingnya melestarikan bahasa daerah.

“Salah satu kekuatan Bhinneka Tunggal Ika adalah keragaman bahasa kita. Di tengah gempuran budaya asing dan krisis literasi, Perpusda dan Arsip harus menjadi garda terdepan melestarikan bahasa daerah Gorontalo. Jangan sampai jati diri kita hilang,” tegas Jasin.

Jasin mengajak komunitas literasi dan mahasiswa untuk kembali menggali nilai-nilai luhur bangsa yang tersimpan dalam naskah-naskah dan kearifan lokal, sebagai bagian dari pengamalan Pancasila.

Refleksi Mahasiswa: “Kami Sempat Abai”

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi peserta, khususnya kalangan mahasiswa. Salah seorang perwakilan mahasiswa mengapresiasi inisiatif Jasin Dilo yang merangkul kaum muda di ruang literasi. Ia mengakui adanya fenomena degradasi nilai kebangsaan di lingkungannya.

“Jujur saja, nilai-nilai Empat Pilar ini mulai tergerus di kalangan kami, generasi muda. Kadang karena merasa sudah mahasiswa, kami suka abai dan menganggap remeh hal-hal dasar seperti ini. Padahal ini fondasinya,” ungkap mahasiswa tersebut.

“Kami sangat bersyukur Pak Jasin memfasilitasi kegiatan ini. Ini mengingatkan kami kembali bahwa intelektualitas tanpa wawasan kebangsaan itu kosong,” tambahnya.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif mengenai strategi meningkatkan minat baca sekaligus wawasan kebangsaan di Gorontalo, serta foto bersama seluruh narasumber dan peserta.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.