Mahasiswa PKM Menggelar pelatihan pengolahan pupuk dari limbah organik yang dikoordinir oleh “Misran Lasiama” yang berlokasi di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Senin (15/09/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari karang taruna, nelayan, pengelola TPI, serta ibu-ibu pesisir yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan hasil sampingan kegiatan perikanan.
Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) selaku pelaksana dan karang taruna Huangobotu selaku penerima manfaat.
Program PKM (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) ini diketuai oleh Ibu Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si. melalui program pendanaan riset dan pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2025.
Tujuan pelatihan itu sebagai upaya mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui pembuatan produk pupuk dari limbah hasil samping yang ada di TPI Inengo.
Peserta kemudian dibekali materi tentang prosedur pembuatan pupuk, yang dimulai dari pengumpulan bahan baku berupa tulang, sisik, jeroan, insang, serta kulit ikan. Kemudian pencampuran dengan bahan tambahan, fermentasi, pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan produk. Hasil akhir dari proses ini berupa pupuk kering yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian, perkebunan, dan tanaman hias.
“Kami ingin membuktikan bahwa limbah bukan hanya masalah, tapi juga bisa menjadi berkah. Dengan pengolahan yang tepat, limbah ikan dapat menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi dan ramah lingkungan,” ujar Wila Rumina Nento dalam sambutannya selaku Dosen Pembimbing.
Kepala Desa Huangobotu yang diwakili oleh Sekretaris Desa yakni, ibu Pelin Sahidu juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Pelatihan ini sangat penting karena selama ini limbah ikan hanya menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Kini masyarakat bisa mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Denada Rahman (28), mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan ilmu yang diberikan. Setelah ini, kami berencana membentuk kelompok kecil untuk memproduksi pupuk kering secara rutin dan menjualnya ke petani sekitar,” ujarnya.
Pemerintah desa melalui Karang Taruna Desa Huangobotu berkomitmen menindaklanjuti hasil pelatihan ini dengan membentuk kelompok usaha bersama pengolahan limbah organik serta melakukan pemasaran produk pupuk kering ke tingkat kecamatan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Masyarakat Desa Huangobotu Kabupaten Bone Bolango, di mana limbah yang selama ini menjadi permasalahan justru dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.













