Kawal Keutuhan NKRI, Jasin Dilo Pastikan Sosialisasi Empat Pilar Tersampaikan Tuntas ke Generasi Muda

oleh -87 Dilihat
banner 468x60

Semangat merawat kebinekaan terus digaungkan Anggota MPR RI Dapil Gorontalo, H. Jasin U. Dilo. Kali ini, Jasin menyambangi Kabupaten Gorontalo Utara untuk menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Pertemuan Nurul Fikri, Jalan Trans Sulawesi, Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Ahad (14/12/2025).

Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dengan dua yayasan setempat, yakni Yayasan Uwanengo dan Yayasan Nurul Fikri. Acara berlangsung hangat dengan dihadiri oleh pengurus yayasan, para guru, pengurus ormas perempuan PD Salimah Gorontalo Utara, tokoh pemuda, serta masyarakat sekitar.

Gotong Royong dan Toleransi Jelang Natal
Salah satu sorotan utama dalam sosialisasi ini adalah materi yang disampaikan oleh Windra Lagarusu, SE. Sebagai pemateri pertama, Windra menekankan bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan wujud konkret implementasi semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Windra juga memberikan penekanan khusus terkait momen akhir tahun. Ia mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menjaga suasana kondusif menjelang perayaan hari besar keagamaan.

“Sebentar lagi saudara-saudara kita akan menyambut Natal 2025. Inilah saatnya kita tunjukkan bahwa pengamalan Pancasila itu nyata. Kita jaga kerukunan, perkuat gotong royong, dan pastikan Gorontalo Utara tetap damai,” ujar Windra.

*Pancasila sebagai Panduan Hidup*

Menyambung hal tersebut, H. Jasin U. Dilo selaku pemateri inti menegaskan pentingnya “membumikan” Pancasila. Menurut Jasin, Pancasila tidak boleh hanya berhenti di hafalan teks, tetapi harus menjadi panduan perilaku (code of conduct).

“Pancasila itu solutif. Ketika ada perbedaan pendapat, kita punya Sila Keempat (Musyawarah). Ketika kita hidup berdampingan dengan beragam agama, kita punya Sila Pertama dan Ketiga,” tegas Jasin.

*Suara Pemuda dan Kaum Ibu*

Kegiatan ini mendapat respons antusias dari para peserta. Tokoh Pemuda Gorontalo Utara, Ikram Amu, menilai kehadiran Jasin Dilo sangat tepat momentumnya.

“Sosialisasi seperti ini sangat diperlukan untuk ‘membangunkan’ kesadaran generasi muda. Di era digital ini, anak muda butuh pegangan agar tidak hanyut, dan Empat Pilar inilah kuncinya,” ungkap Ikram.

Sementara itu, apresiasi juga datang dari perwakilan Salimah Gorontalo Utara. Ia berharap kegiatan edukasi kebangsaan ini bisa diperluas jangkauannya hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tapi bisa menyentuh masyarakat awam, khususnya kaum perempuan. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak, jadi pemahaman kebangsaan ibu-ibu harus kuat agar melahirkan generasi pelanjut yang cinta NKRI,” ujarnya.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas serta harmoni di Gorontalo Utara melalui pengamalan nilai-nilai luhur bangsa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.