Peringati Hari Otonomi Daerah, Pemkab Banggai Dorong Tata Kelola yang Responsif dan Inovatif

oleh -70 Dilihat
banner 468x60

Pemerintah Kabupaten Banggai menggelar upacara untuk memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 pada Senin (27/4/2025) di Halaman Kantor Bupati Banggai. Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dengan mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, tema tersebut mengandung makna yang melambangkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, serta untuk secara bersama‑sama mewujudkan Asta Cita yang merepresentasikan harapan bangsa Indonesia melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., dalam membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, bahwa kesatuan visi, adanya kebijakan strategis, serta langkah implementasi yang sinkron dan berkelanjutan di setiap tingkatan pemerintahan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas.

“Hal‑hal strategis yang perlu menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak, baik di pusat maupun di daerah, untuk mengharmonisasikan gerak langkah pada tataran implementasi di antaranya adalah program kerja prioritas nasional yang terbagi ke dalam delapan klaster, yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan secara lebih spesifik.” Tuturnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Banggai menyampaikan, program pemerintah yang hendak dicapai, antara lain pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL), rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra, serta pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDKPM).

“Reformasi birokrasi berbasis outcome yang diperkuat dengan digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah untuk mewujudkan birokrasi yang cepat dan lincah perlu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang benar, efektif, dan responsif melalui pemanfaatan teknologi yang terintegrasi, sebagaimana terlihat dari jumlah Mal Pelayanan Publik (MPP). Di Indonesia, saat ini terdapat kurang lebih 305 MPP yang beroperasi di berbagai daerah, dan alhamdulillah di Kabupaten Banggai telah memiliki MPP.” Ujarnya.

Wakil Bupati Banggai menegaskan bahwa upaya membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tidak dapat dilepaskan dari kapasitas masing‑masing tingkatan pemerintahan, karena merupakan faktor kunci untuk melaksanakan otonomi secara efektif. Oleh karenanya, upaya peningkatan kapasitas menjadi hal prioritas, dengan memberikan atensi pada tiga hal utama.

Pertama, penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta pemberian beasiswa. Kedua, peningkatan kapasitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan hasil daerah, penyusunan APBD berbasis kinerja, serta kerja sama dengan perbankan sebagai upaya membuka akses pembiayaan alternatif. Ketiga, penguatan kelembagaan dan tata kelola dengan melakukan reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

Penguatan kapasitas daerah menjadi hal yang harus dikedepankan dalam mengelola sumber daya, mendorong tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel serta meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna menghadirkan pemerintahan yang adaptif, responsif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke‑30 ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi terwujudnya Pemerintah Kabupaten Banggai yang lebih baik, untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui otonomi yang efektif. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.