Refleksi RMI PWNU Gorontalo pada HSN 2025: Menjaga Marwah Kiai dan Martabat Pesantren

oleh -376 Dilihat
banner 468x60

Segala puji bagi Allah SWT yang mengokohkan ilmu dan adab sebagai jalan keselamatan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta para pewarisnya: para kiai, nyai, dan guru-guru kita.

Pada Hari Santri 22 Oktober 2025, RMI PWNU Gorontalo mengajak seluruh ekosistem pesantren merenungi amanah besar zaman ini: menjaga marwah kiai dan martabat pesantren—dua pilar yang tak terpisahkan dari keberlanjutan ilmu, akhlak, dan peradaban Nusantara.

Mengapa “Marwah Kiai” dan “Martabat Pesantren”

Bagi Nahdliyyin, kiai bukan sekadar figur karismatik; beliau adalah waratsatul anbiya’, penjaga sanad ilmu, penuntun akhlak, dan penentu haluan manhaj Aswaja an-Nahdliyah di tengah pusaran perubahan. Pesantren bukan sekadar institusi pendidikan; ia adalah ekosistem pengetahuan, keadaban, dan pengabdian sosial yang membentuk watak bangsa: tawassuth (moderasi), tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan i‘tidal (keadilan).

Di era digital dan kompetisi narasi, marwah kiai dan martabat pesantren menghadapi tiga tantangan nyata:

  • Komodifikasi figur (eksploitasi nama/foto/taushiyah kiai untuk kepentingan pragmatis),
  • Disinformasi & perundungan digital yang menggerus wibawa keilmuan,
  • Kerentanan tata kelola (kesejahteraan asatidz, perlindungan santri, dan standar mutu) yang jika luput ditata, bisa mengaburkan keunggulan pesantren sebagai rumah ilmu sekaligus rumah aman.

Prinsip Dasar Penjagaan

Refleksi ini menegaskan tiga prinsip:

  • Adab sebelum ilmu.

Kita memuliakan kiai bukan karena jabatan sosial, melainkan karena amanah ilmu dan keteladanan. Marwah kiai adalah pagar keotentikan sanad—tanpa adab, ilmu kehilangan ruh.

  • Kejernihan sanad & manhaj.

Pesantren kuat karena keberlanjutan sanad; penetapan fatwa dan irsyad mesti berpijak pada otoritas keilmuan, bukan tekanan publik musiman.

  • Tanggung jawab sosial.

Martabat pesantren diukur dari kemampuan melindungi yang lemah, menyejahterakan pengabdi ilmu, dan melayani masyarakat dengan compassion.

Etika Publik untuk Memuliakan Kiai

RMI PWNU mengajak semua pihak—santri, alumni, pengurus, pegiat dakwah, dan mitra kebijakan—menjalankan Etika Publik Memuliakan Kiai sebagai rambu bersama:

  • Izin & konteks:

Gunakan nama, foto, dan kutipan kiai dengan izin yang jelas dan konteks yang benar; hindari framing yang memecah-belah apa lagi sampai melecehkan.

  • Tabayyun digital:

Sebelum menyebar “fatwa” atau “petuah” mengatasnamakan kiai, verifikasi melalui kanal resmi pesantren/RMI agar tidak terjadi kesalah fahaman.

  • Protokol undangan:

Perlakukan kiai dengan tata krama, adab yang berlaku: kepastian waktu, fasilitas yang wajar, serta tidak menabrak ri‘ayah Kiayi (penjagaan kesehatan dan keselamatan).

  • Hindari komersialisasi:

Tolak jual-beli pengaruh yang menurunkan marwah. Penggalangan dana publik untuk pesantren harus akuntabel dan tidak menampilkan kiai sebagai “komoditas”.

  • Ruang aman dari perundungan:

Tegaskan nol toleransi terhadap bullying, fitnah, dan ujaran kebencian pada kiai/nyai—baik di majelis nyata maupun jagat maya.

Martabat Pesantren:

Standar, Perlindungan, dan Kemandirian
Martabat pesantren terpelihara jika tata kelolanya kuat. RMI PWNU Gorontalo menekankan empat agenda:

  • Standar Mutu & Kurikulum:

Penguatan dars kitab Turats, tahfizh, serta integrasi kompetensi zaman (literasi digital, kewirausahaan, sains terapan) tanpa mengaburkan ruh keilmuan.

  • Perlindungan Santri & Asatidz:

SOP yang jelas terkait keselamatan, pencegahan kekerasan, layanan kesehatan mental dasar, dan mekanisme pengaduan yang beradab & rahasia.

  • Kesejahteraan Pengabdi Ilmu:

Skema dukungan berjenjang bagi asatidz/pegawai, termasuk jaminan sosial, upskilling, dan penghargaan masa bakti menjadi dukungan kesejahteraan para asatidz.

  • Kemandirian Ekonomi:

Penguatan baitul māl, wakaf produktif, santripreneur, dan kemitraan UMKM berbasis pesantren agar pelayanan pendidikan tidak bergantung pada eksploitasi seremonial.

Tujuh Ikhtiar RMI PWNU Gorontalo 2025

Sebagai bentuk konkret, RMI PWNU Gorontalo menegaskan 7 Ikhtiar berikut sepanjang 1447 H/2025 M agar kiranya doa dan dukungan para pemangku kepentingan:

  • Kode Etik Kehumasan Pesantren:

Panduan penggunaan nama/foto/taushiyah kiai, tata izin konten, dan rujukan kanal resmi.

  • Majelis Sanad & Adab bulanan:

Penguatan tradisi talaqqi, tazkiyah, dan rihlah ilmiah, bahtsul masail, kajian kitab turats antar-pesantren.

  • Pusat Tabayyun Digital RMI:

Tim kecil untuk klarifikasi cepat isu-isu yang menyeret nama kiai/pesantren, lengkap dengan hotline konfirmasi.

  • Standarisasi SOP Perlindungan:

Template SOP keselamatan, pencegahan kekerasan, dan mekanisme penanganan kasus yang menjunjung karamah insan.

  • Skema Kesejahteraan Asatidz:

Advokasi kemitraan dengan pemda/mitra strategis untuk jaminan sosial, beasiswa studi lanjut, dan peningkatan kompetensi.

  • Ekosistem Kemandirian:

Inkubasi santripreneur, link and match dengan UMKM, koperasi pesantren, pengolahan sampah dilingkungan pesantren dan inovasi wakaf produktif yang transparan.

  • Diplomasi Keilmuan & Kebangsaan:

Mengarusutamakan moderasi beragama, ecotelogy pesantren, dialog lintas iman, dan peran pesantren dalam merajut persatuan serta menangkal polarisasi, dan radikalisasi.

Ajakan untuk Santri, Alumni, dan Masyarakat

Untuk para santri:

Jadilah generasi yang kuat adabnya, luas ilmunya, dan tangkas digitalnya. Pegang teguh “al-adabu fauqal ‘ilm”—adab menuntun ilmu menuju manfaat.

Untuk para alumni:

Jadilah pagar sosial bagi pesantren: bantu dengan keahlian, jaringan, dan integritas, bukan sekadar seremoni tahunan.

Untuk masyarakat & pemangku kebijakan:

Dukung pesantren sebagai mitra strategis pembangunan manusia. Tata kelola, pendanaan berkelanjutan, dan perlindungan hukum mesti hadir tanpa mengintervensi ruh pendidikan pesantren.

Doa dan Tekad

Pada Hari Santri 2025 ini, kami memohon kepada Allah SWT agar meneguhkan langkah kita menjaga marwah kiai dan martabat pesantren. Semoga para kiai-nyai diberi kesehatan, umur berkah, dan keteguhan dalam membimbing umat; semoga santri-santri kita tumbuh menjadi ‘ālim yang tawadhu‘, pemimpin yang amanah, dan warga yang maslahat.

Allāhumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qulūbanā ‘alā dīnik. Yā Rabb, jadikan adab kami pelita ilmu, dan ilmu kami jalan pengabdian.

RMI PWNU Gorontalo mengajak seluruh keluarga besar pesantren memperbarui niat, adab, dan kerja bersama. Dengan adab yang tertata, ilmu yang bersanad, dan tata kelola yang amanah.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.