Tangisan yang Disapu Kepedulian: Rein Suleman Salurkan Dana Pemberdayaan untuk Empat Desa Terdampak Banjir

oleh -241 Dilihat
banner 468x60

Pohuwato – Ada momen yang tidak terekam kamera, tetapi terekam di hati. Ketika Koordinator Normalisasi, Rein Suleman, secara resmi menyerahkan Dana Pemberdayaan Masyarakat kepada masing-masing tim desa yang terdampak banjir, suasananya bukan sekadar serah-terima, tetapi simbol kepedulian yang lahir dari keikhlasan para penambang rakyat.

Dana yang disalurkan ini merupakan swadaya para penambang yang merasa terpanggil melihat kondisi masyarakat di Desa Bulangita, Teratai, Palopo, dan Pohuwato Timur setelah banjir yang dipicu aktivitas tambang rakyat. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya bantuan. Tapi bagi warga terdampak, ini adalah tanda bahwa mereka tidak dibiarkan melawan keadaan sendirian.

Rein Suleman mengatakan bahwa penyaluran ini adalah tekad bersama untuk membantu memulihkan kehidupan warga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa persaudaraan lebih kuat dari bencana. Dana ini adalah bentuk kepedulian dari teman-teman penambang yang benar-benar ingin membantu,” ungkapnya penuh ketulusan.

Pembagian dana dilakukan dengan skema: 30% untuk Desa Bulangita, 30% untuk Teratai, 15% untuk Palopo, dan 15% untuk Pohuwato Timur. Setiap desa memiliki tim yang bertugas memastikan bantuan digunakan sesuai kebutuhan paling mendesak.

Di Desa Palopo, dana difokuskan untuk perbaikan masjid dan bantuan sembako. Namun tim di desa tersebut masih merampungkan penyusunan paket sembako agar tepat sasaran. Penyaluran bantuan untuk Palopo dan Desa Teratai direncanakan paling lambat hari Jumat.

Sementara di Bulangita, dana digunakan untuk kebutuhan rumah ibadah, dan di Teratai bantuan diarahkan ke pemenuhan sembako bagi warga yang terdampak langsung.

Salah satu penerima manfaat, Siti Rahma, warga Teratai, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kami masih merasa terpukul sejak banjir itu… Tapi bantuan ini membuat kami merasa tidak sendiri. Terima kasih kepada semua yang peduli, ini sangat berarti,” tuturnya dengan suara bergetar.

Dana pemberdayaan ini mengalir bukan hanya untuk memperbaiki fasilitas atau memenuhi kebutuhan warga, tapi juga untuk menyapu sedikit demi sedikit kesedihan yang ditinggalkan banjir.

Di tengah derasnya air yang pernah menghantam rumah mereka, hari ini ada deras lain yang mengalir—derasnya kepedulian. Dan dari kepedulian itulah, harapan kembali tumbuh.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.