Berkah PENAS XVII: Lapak Kuliner Gorontalo Banjir Pembeli, Omzet Melonjak Tiga Lipat

oleh -650 Dilihat
banner 468x60

Narasiutama.com – Sejak pagi buta, saat embun masih menggelayut di dedaunan, lapak-lapak kuliner sudah mulai berbenah. Makanan berat seperti ayam geprek, bakso, hingga nasi kuning khas Gorontalo yang kaya rempah menjadi incaran para peserta yang membutuhkan energi ekstra sebelum mengikuti rentetan pameran.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para pedagang makanan berat, camilan, hingga minuman segar mengalami lonjakan penjualan yang drastis dibandingkan hari biasa. Rata-rata perputaran barang dagangan meningkat hingga tiga kali lipat.

Lonjakan omset yang terjadi bukan lagi sekadar angka, melainkan napas baru bagi ekonomi keluarga para pedagang. Jika pada hari biasa mereka harus memutar otak untuk menghabiskan dagangan, selama PENAS XVII berlangsung, tantangannya justru terletak pada kecepatan menyajikan makanan karena stok yang terus-menerus menipis.

“Alhamdulillah ada peningkatan, saya biasa menyajikan 20 cup di hari-hari biasa, tetapi dengan adanya kegiatan ini jualan saya bisa habis sampai 100 cup,” ujar Riana Liputo, salah satu pedagang Pentolan di area Pasar Rakyat Limboto.

Bagi para pedagang lokal, PENAS XVII adalah momentum emas untuk meningkatkan perekonomian. Senyum sumringah dan rasa haru tak mampu disembunyikan dari wajah-wajah mereka yang sedang melayani pembeli.

“Saya merasa senang juga bahagia, buka 24 jam dari pagi sampai shubuh kompak saling berganti sift mendapatkan hasil penjualan sangat memuaskan, saya sangat bersyukur,” lanjutnya.

Menariknya, meski permintaan melonjak tajam, Riana dan sesama pedagang lokal tidak lantas memanfaatkan momen ini untuk “menembak” harga. Satu Cup Pentolan tetap ia jual dengan harga merakyat, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 saja.

Tidak hanya makanan berat, lini minuman segar dan sup buah juga menjadi primadona para peserta Penas. Di tengah cuaca Gorontalo yang tropis, es cendol, es buah, hingga air mineral dingin laris manis.

“Omset penjualan sekarang lebih meningkat dibanding saya jualan dirumah, mungkin disini lebih banyak pengunjungnya,” ujar Iis pedagang Sop Buah Prasmanan saat diwawancara, Minggu (21/06/2026).

Pada akhirnya, PENAS XVII di Gorontalo bukan hanya tentang angka-angka produksi pangan, penandatanganan kerja sama, atau pameran alat mesin pertanian modern. Di sela-sela itu semua, ada geliat ekonomi rakyat yang berputar kencang. Ada tawa riang para pedagang kecil yang dompetnya mulai tebal, dan ada rasa syukur mendalam yang terucap dari bibir mereka yang menggantungkan hidup dari sepiring hidangan.

Melalui event nasional ini, para pedagang berkomitmen untuk tetap berjualan dari pagi hingga malam hari, mengawal jalannya PENAS XVII hingga hari penutupan nanti.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.