PENAS XVII Dihadiri Presiden, Gusnar-Idah Sukses Hantar Gorontalo ke Panggung Nasional

oleh -261 Dilihat
banner 468x60

Narasiutama.com – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 sukses menyita perhatian publik tanah air. Di balik kemegahan dan kelancaran acara yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) David Tonny, Kabupaten Gorontalo ini, ada dua figur sentral yang dinilai paling andal dalam mengangkat nama Provinsi Gorontalo ke panggung nasional.

Mereka adalah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.

Kolaborasi strategis dan kerja keras kedua tokoh ini berhasil membuktikan bahwa bumi Serambi Madinah tidak hanya siap menjadi tuan rumah agenda berskala masif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak inovasi pangan di Indonesia Timur.

Puncak kemeriahan PENAS XVII ditandai dengan kehadiran langsung Presiden Republik Indonesia pada acara puncak PENAS XVII. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut menjadi bukti nyata kredibilitas diplomasi dan koordinasi kuat yang digalang oleh Idah Syahidah dan Gusnar Ismail.

Dalam arahannya, Presiden memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan Gorontalo dan menegaskan bahwa inovasi yang dipamerkan dalam ajang ini akan menjadi cetak biru penguatan pangan nasional.

“Apresiasi besar untuk masyarakat Gorontalo, khususnya para inisiator daerah, yang mampu mengonsolidasikan kekuatan petani dan nelayan seluruh Indonesia dalam satu titik temu yang luar biasa ini,” ungkap Presiden RI Prabowo Subianto pada acara puncak PENAS XVII, Rabu (24/06/2026).

Selain Presiden, Keberhasilan Idah Syahidah dan Gusnar Ismail dalam menggaungkan PENAS XVII terbukti dari deretan pejabat tinggi negara yang hadir langsung di Gorontalo. Baik dari jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, kepala lembaga tinggi negara, Gubernur dan Bupati/Wali Kota dari seluruh penjuru Indonesia.

Kemeriahan PENAS XVII semakin lengkap dengan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Pantauan dilapangan, area GOR David Tonny menjadi lautan manusia, tercatat puluhan ribu pengunjung hadir, yang terdiri dari delegasi petani-nelayan se-Indonesia, pelaku UMKM, peneliti, hingga masyarakat lokal Gorontalo.

Melalui momentum PENAS XVII ini, Gusnar Ismail dan Idah Syahidah berhasil menegaskan posisi strategis Gorontalo dalam peta agribisnis nasional. Provinsi ini dinilai bukan lagi sekadar peserta, melainkan salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.

Melalui berbagai forum diskusi, pameran teknologi tepat guna, dan temu wicara yang digelar selama acara, Gorontalo sukses memamerkan berbagai inovasi pertanian dan kelautan yang siap diadopsi secara nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi warisan yang berkelanjutan bagi kemajuan petani dan nelayan lokal di masa depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.